Rabu, 08 Desember 2010

orphan dan widow

Dunia desain ternyata tak selamanya selalu, kreatif, imajinatif, dan out of the box, adakalanya lucu dan mungkin membuat kita terheran (mungkin masih termasuk kreatif). Misalnya pada penyebutan orphan (anak pungut) dan widow (janda) pada disiplin tipografi dan layout. Bagaimana hal ini terjadi?

Konon orphan dan widow diilhami oleh kisah suami istri Dick dan Jane yang mencarikan rumah seorang anak yatim piatu bernama Billy. Ketika Billy mendapatkan rumahnya, Dick meninggal karena keracunan zat radioaktif, akhirnya tinggallah Jane dan Billy di dua rumah yang terpisah.

Terus apa hubungannya cerita di atas dengan desain?

Dalam sebuah layout, kadang pada akhir halaman, paragraf tidak selalu terpotong dan berpindah halaman secara bagus seperti cita rasa yang diharapkan. Program (softwere layout) akan bekerja berdasarkan ukuran halaman yang telah didefinisikan, selanjutnya program akan mengeksekusi pemotongan berdasarkan definisi tersebut.

Keadaan dimana sebuah paragraf baru hanya termuat satu baris saja di akhir halaman sedangkan baris selanjutnya di halaman berikutnya akan kurang enak dipandang, hal inilah yang diolok dan disebut orphan. Sedangkan sebuah paragraf yang terpotong baris terakhirnya, dan muncul sebagai baris pertama di awal halaman baru juga akan merusak estetika, kondisi ini disebut widow.

Mungkin pengibaratan halaman layout sebagai sebuah rumah adalah ide munculnya istilah orphan dan widow ini, sebuah istilah yang terdengar sedikit janggal untuk menyebut sebuah baris yang terpenggal karena pindah halaman.

orphan

widow

*
Adi Kusrianto, Pengantar Tipografi

Selasa, 16 November 2010

bermacam layout koran

Simetris

Asimetris

Brace

Horizontal

Circus


Jika ditanya model layout mana yang populer, tentu saja jawabnya adalah asimetris, karena lebih dinamis dan paling fleksibel.

*
Surianto Rustam, Layout Dasar & Penerapannya

Kamis, 01 April 2010

fotografi vs infografis

Fotografi dan artwork (infografis, ilustrasi, dan gambar lainnya) adalah dua elemen visual yang masih dan akan terus powerful saat ini pada sebuah surat kabar. Meskipun keduanya memiliki kesamaan sebagai penunjang tampilan akan tetapi karakter dan sifatnya berbeda. Kekuatan utama sebuah foto misalnya, adalah kredibilitas atau kemampuannya untuk memberi kesan 'dapat dipercaya'. Pada sebuah surat kabar foto mampu menunjang berita menjadi sangat aktual dan akurat.

Dalam penyajiannya, ternyata fotografi masih sering muncul dengan format tidak berwarna atau hitam putih, khususnya di halaman dalam surat kabar. Keadaan ini tentu bukan atas pertimbangan artistik, tapi lebih karena perhitungan dari sisi biaya pencetakan. Kenyataan dilematis yang sangat tidak menguntungkan, sebab secara kasat mata foto berwarna jauh lebih menarik dibandingkan foto hitam putih. Menurut hasil penelitian Poynter institute, sekolah jurnalisme di AS, foto berwarna ternyata mendapat perhatian 20% lebih dibanding foto hitam putih.

Tapi kadang untuk menyajikan informasi yang lebih informatif, detail, tidak multitafsir, dan tetap akurat, artwork, khususnya infografis lebih dapat diandalkan dari sekedar sebuah fotografi. Foto bisa menjadi diabaikan jika memang pembaca bisa mendapat value lebih apabila halaman diisi dengan infografis atau bahkan mungkin hanya dengan typografi yang unik. Jadi dalam perwajahan koran kadang-kadang terjadi keadaan: who needs photo?

Yang terpenting adalah jangan ada 'dua macan dalam satu hutan', artinya pada sebuah layout yang baik biarlah hanya fotografi atau infografis yang menjadi daya tarik utamanya, bukan keduanya sekaligus. Terus apakah keduanya tidak bisa tampil bersamaan, jawabnya tentu saja bisa, asal kita mampu mengatur proporsi ukurannya. Siapa yang jadi 'tokoh utama' di halaman harus mendapat space lebih besar.

*
Detroit Free Press
Surianto Rustan, layout dasar & penerapannya

Selasa, 30 Maret 2010

bermacam infografis

Peristiwa dan tempat terjadinya

Data chart/tabel/diagram

Kronologi

Timeline

Profil/quotation

Deskripsi



Semua infografis ini bersifat informatif yang memaparkan kejadian, proses, hasil penelitian maupun fakta secara artistik.

Tak jarang untuk menghasilkan informasi yang lebih maksimal terjadi penggabungan beberapa infografis, sehingga tidak menutup kemungkinan bertambahnya jumlah bentuk infografis sebagaimana yang tersebut di atas, namanya juga bagian dari dunia kreatif, apapun bisa terjadi di sini.

*
Contoh infografis berasal dari Reuters dan AFP

Selasa, 16 Maret 2010

safty design area

Kadang untuk memuaskan pembaca, (step kedua setelah berhasil menarik pembaca untuk melihat) seorang desainer grafis (infografis pada khusunya) harus menggalih lebih dalam lagi kreativitasnya. Apa menariknya sebuah chart atau diagram jika hanya berisikan angka-angka, garis-garis tagak yang kaku, lengkung yang tidak dinamis, dan elemen lainnya yang monoton.

Sudah menjadi kewajiban seorang desainer memberi velue lebih pada karyanya, sebagaimana sabda Aristoteles pada seni ribuan tahun lalu, (jangan lupa desain memiliki unsur seni yang tinggi). Hal tersebut menantang desainer untuk mengubah sebuah matra 2D sederhana menjadi lebih menarik, hingga seolah-olah mempunyai daya magis kuat yang akan membuat semua mata tertuju pada karya itu. Olah bentuk visual ini, selain memenuhi unsur utama sebagai problem solver, juga seringkali mengajak pembacanya bermain hingga menimbulkan efek 'O', yaitu sebuah tanda kekaguman sekaligus mengerti atas pesan yang disampaikan. Perlu juga diingat bahwa Have fun dalam sebuah desain dan ketika sedang membuat sebuah desain tidak boleh ditinggalkan oleh sang designer sebagaimana yang disepakati oleh Roger Simmons dan Chris Rukan.

Tetapi kadangkala karena keasyikan bermain, sering seorang desainer infografis terjebak pada keadaan over drawing, dimana dia terlalu banyak menggunakan elemen yang sebenarnya tidak diperlukan. Adanya efek-efek visual seperti double outline, shadow, gradasi, dan lainnya yang kurang tepat pengunaannya hanya akan membuat gambar menjadi berat, tidak fokus, dan mem-blur-kan hirarkhi sebagaimana kritik George Rorick.

Lebih parah lagi, Edward F Tufte menyebutnya sebagai chartjunk, yaitu hilangnya kredibilitas dan terdistorsinya angka-angka dalam data statistik dikarenakan berlebihannya unsur pemanis yang terdapat di karya desain infografis tersebut. Penambahan elemen yang kurang sesuai dan tidak pada porsinya akan meruntuhkan pesan yang terkandung dalam desain itu sendiri. Walaupun tetap dapat menjadi point of view tapi keadaan ini benar-benar disayangkan.

Dari tulisan di atas seolah ada dua kutub yang saling berlawanan. Satu mendorong desainer untuk lebih kreatif dan bermain dalam setiap karyanya sehingga memiliki velue dan bisa menjadi point of interest, sedangkan kutub lainnya melarang desainer terlalu mengumbar teknik secara berlebihan. Selain memahami pesan yang harus disampaikan, melakukan perencanaan matang dari berbagai alternatif visual, desainer juga harus mampu merasakan saat munculnya efek 'O' untuk kemudian harus berhenti. Sebab jika dia tenggelam dan terlalu asik dengan karyanya maka biasanya over drawing yang akan terjadi. Titik berhenti ini dapat disebut sebagai safety design area, yang mengingatkan kita bahwa kurang itu tidak baik dan berlebihan itu buruk.

*
Aristoteles
siapa yg tidak tahu?
Roger Simmons, graphic designer Orlando Sentinel
Chris Rukan, graphic designer The Palm Beach Post
George Rorick, pendiri Poynter Institute
Edward F Tufte, ahli statistik

Rabu, 17 Februari 2010

tipografi II

Pengelompokan huruf dan sistem pengukuran huruf dalam tipografi, hal ini penting karena berkaitan langsung dengan pengaplikasian huruf di media, khususnya cetak dan teknik percetakannya.

SISTEM PENGUKURAN HURUF

Meliputi:
1. Tinggi huruf
2. Panjang baris huruf
3. Jarak antar huruf (kerning)
4. Jarak antar baris (leading)

• Unit ukur tipografi:
Point : tinggi huruf
Pica : panjang huruf
Unit : jarak antar huruf

1 pica : 12 pt
1 inch : 8 pica (1 inch = 2,359 cm)
1 inch : 72 pt

• Type Size
1. Display type: untuk judul (Headline), supaya menarik perhatian ukuran 18 pt ke atas
2. Text Type: untuk teks, badan teks ukuran 14 pt ke bawah

• Panjang Baris Huruf
Panjang ideal: 2 eyespan (jarak pandang mata tanpa harus menggerakan kepala)
Normal: kurang lebih 5-6,5/12-15 pica
Baris yang terlalu panjang dapat membuat pembaca kehilangan starting point (titik awal baris)

Jarak antar huruf (kerning)
Tidak boleh terlalu dekat/terlalu jauh

Jarak antar baris (leading)
Tidak boleh terlalu dekat karena mengakibatkan baris yang sama terbaca 2 kali, tidak boleh terlalu jauh karena mengakibatkan pembaca kehilangan starting point

KELOMPOK HURUF SUDUT NEGATIF

• Ruang negatif sudut lengkung (B, C, D, G, O, P, Q, R, S)

• Ruang negatif sudut segitiga (A, K, M, N, V, W, X, Y, Z)

• Ruang negatif sudut persegi (E, F, H, I, L, T)

KELOMPOK HURUF GARIS TEGAK

• Kelompok garis tegak datar (E, F, H, I, L, T)
• Kelompok garis tegak miring (K, A, M, N, V, W, X, Y, Z)
• Kelompok garis tegak lengkung (B, D, G, J, P, R, U)
• Kelompok garis lengkung (C, O, Q, S)

PERBANDINGAN BESAR HURUF


BAGIAN JENIS HURUF
• Apex: ujung segitiga uppercase A
• Hairline: stroke tertipis
• Crossbar: garis horisontal yang menghubungkan 2 sisi huruf
• Fillet: garis lengkung yang menghubungkan serif dan stem

• Spine: garis melengkung ditengah huruf S

• Bowl: stroke yang melengkung menutup counter huruf
• Ear: stroke kecil yang keluar dari kanan bowl huruf g
• Link: stroke yang menghubungkan bowl dan loop pada huruf g
• Loop: bowl yang ada di bagian bawah huruf g

• Counter: negative space tertutup/terbuka
• Serif: stroke pendek keluar dari stroke utama
• Spur: stroke kecil (lebih kecil dari Serif)

• Arm: garis horisontal yang keluar, baik yang menempel stroke/tidak

• Eye: counter huruf lowercase

• Leg: diagonal stroke bawah pada huruf K

• Shoulder: stroke melengkung yang keluar dari stem
• Tail: stroke bawah yang melengkung pada huruf R & J

LETTER SYNTAX

Letter Syntax: penggabungan huruf-huruf untuk memperoleh suatu konfigurasi bentuk baru

Hal yang harus diperhatikan dalam letter syntax :
1. Contras: typeface beda, karakter huruf beda
2. Simplicity: negatif-positif tidak terlalu kompleks
3. Proporsi: antara yang tampak dan tidak tampak harus tepat supaya legible

Synthesis: penggabungan elemen-elemen menjadi satu kesatuan
Overlapping: penumpukan elemen-elemen menjadi satu

*
h
ttp://mytechnologyworld9.blogspot.com/2009/09/60-most-stunning-typography-inspiration.html

tipografi I

Tipografi adalah suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca mendapatkan kenyamanan semaksimal mungkin.

Huruf dan tulisan memiliki arti penting bagi manusia. Huruf dan tulisanlah yang membagi manusia dalam masa sejarah dan prasejarah, masa prasejarah adalah jaman dimana manusia belum mengenal tulisan. Selain gambar, huruf dan tulisan menjadi alat penting bagi manusia untuk berkomunikasi secara visual.

JENIS HURUF

• Serif


Ciri memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Persis mendekati ujung kaki-kaki hurufnya, baik di bagian atas maupun bawah, terdapat pelebaran yang menyerupai penopang atau tangkai.

Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin. Menurut sejarah, asal-usul bentuk huruf ini adalah mengikuti bentuk pilar-pilar bangunan di Yunani Kuno.

Kegunaan tangkai serif, pada ukuran teks kecil, seperti seukuran tulisan di surat kabar, tangkai font ini seolah membentuk garis invisible yang memandu kita mengikuti sebuah baris teks, sehingga memudahkan mata kita untuk membaca. Itulah sebabnya banyak surat kabar di-layout dengan serif.

• Sans Serif


Ciri tanpa sirip/serif, dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.

Pada kondisi-kondisi berikut ini:
• huruf amat kecil (seperti tulisan bahan-bahan di label makanan)
• huruf amat besar (seperti di plang-plang merek) yang harus dilihat dari jauh
• di layar monitor

Huruf sans serif kadang lebih mudah dibaca. Karena justru kaki-kaki font serif memperumit bentuk huruf sehingga sedikit lebih lama dibaca. Jika huruf kecil sekali atau pada resolusi rendah seperti di layar monitor, kaki serif bisa tampak bertindihan dan menghalangi pandangan.

• Script


Huruf sambung atau script bisa juga Anda sebut “huruf tulis tangan” (handwriting) karena menyerupai tulisan tangan orang. Atau bisa juga disebut “huruf undangan” karena hampir selalu hadir di kartu-kartu undangan karena dipandang indah dan anggun. Ada berbagai macam huruf script dan handwriting, mulai dari yang kuno hingga modern, dari yang agak lurus hingga miring dan amat “melingkar-lingkar”. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifat pribadi dan akrab.

• Miscellaneous/Decorative


Jenis huruf ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.

PRINSIP TIPOGRAFI

1. Legibility
Kualitas pada huruf membuat huruf tersebut dapat dibaca.
2.Readibility
Penggunaan huruf dengan memperhatikan hubungannya dengan huruf lain sehingga terbaca.
3.Visibility
Kemampuan suatu huruf, kata, kalimat dalam suatu karya komunikasi visual dapat terbaca dalam jarak tertentu.
4.Clarity
Kemampuan huruf-huruf dalam karya desain dapat dibaca dan dimengerti oleh pengamat yang dituju.

KARAKTER HURUF

• Vertical: stroke vertikal sebagai stroke utama (E, F, H, I, L, T)
• Curved: stroke utama melengkung (C, O, Q, S)
• Oblique: stroke utama diagonal (A, K, M, V, W, X, Y, Z)
• Combination: stroke utama gambar antara vertikal dan melengkung (B, D, G, J, P, R, U)

GARIS BANTU

• Capline: garis maya lurus bagian teratas huruf besar
• Meanline: garis lurus bagian teratas huruf kecil
• Baseline: garis maya lurus bagian terbawah huruf
• Descender: bagian huruf kecil yang berada di bawah baseline
• Ascender: bagian huruf kecil yang berada diantara meanling dan capline
• X-Height: jarak baseline ke meanline

pengantar warna


Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer.
Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer.

Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta.

Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.

Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna).

Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmiah, keduanya bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen.


Warna netral, adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama.


Warna kontras, adalah warna yang berkesan berlawanan satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang berseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna. Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.

Warna panas, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.

Warna dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna sejuk mengesankan jarak yang jauh.

Beberapa warna dengan namanya yang mungkin asing bagi kita:

*
Artikel di Kaskus

Minggu, 07 Februari 2010

transformasi infografis

Infografis sebelum diubah:

infografis setelah diubah:

infografis ini dimuat Harian Seputar Indonesia pada 29 April 2009

Sebenarnya perubahan infografis hanya terbatas pada penterjemahan bahasa yang disesuaikan dengan bahasa tempat dimana media cetak tersebut terbit, tetapi ada beberapa hal yang membuat seorang desainer mengubah infografis lebih dari sekedar menterjemahkannya semata. Hal tersebut antara lain:
• Bentuk yang dianggap kurang menarik.
• Terjadinya benturan form baku sistem grafis pada media cetak tertentu dengan infografis yang diterjemahkan.
• Adanya pengulangan bentuk dari beberapa infografis yang pernah terbit sebelumnya.
• Dan beberapa alasan spesifik yang mungkin berbeda antara satu media cetak dengan media cetak lainnya yang hendak memuat infografis tersebut.

Pengubahan bentuk memang bebas dilakukan asalkan tidak mengurangi atau bahkan merusak informasi yang terdapat dalam infografis tersebut, dan tentunya, ini yang paling penting, jangan sampai pengubahan ini membuat bentuk infografis lebih jelak dari bentuk awalnyanya.

Senin, 01 Februari 2010

pembagian isi


Isi adalah bagaian paling penting di dalam sebuah infografis, pada bagian ini mata pembaca dimanjakan oleh gambar-gambar manarik sehingga akan lebih mudah dalam menangkap pesan baik itu uraian cerita kronologis/rekonstruksi peristiwa maupun data-data yang berupa angka. Infografis adalah bentuk visual thinking yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam media cetak.

Adapun dalam bagian isi, ada beberapa hal penting yang perlu dicermati, yaitu:

A: Point of view
Point of view atau point of interest adalah direction yang akan menuntun mata pembaca menyusuri informasi di dalam isi sebuah infografis. Sebagaimana teori eye fixation, mata cenderung melihat gambar yang paling manarik dulu, baru kemudian perlahan menyusuri gambar lainnya. Adanya Point of view juga seakan memberi ritme naik turun dalam melihat gambar, bayangkan seandainya tidak ada Point of view maka gambar akan terasa datar, begitu juga sebaliknya jika semua gambar dibuat sama menariknya, maka mata akan bingung karena gambar terlihat saling menonjol, berebut perhatian, dan menjadi rumit.

B: Poin skunder
Poin skunder memang tidak mutlak diperlukan (infografis di atas bercerita tentang recall produk Honda tetapi bercerita sedikit tentang Toyota), akan tetapi tanpa adanya poin ini, infografis akan terasa membosankan. Seandainya infografis disamakan dengan sebuah film, maka infografis tanpa poin skunder seperti film yang hanya memiliki satu alur cerita saja. Kamera hanya mengambil gambar sang tokoh dari mulai dia bangun tidur sampai dia tidur lagi, pasti membosankan. Akan terasa berbeda jika ada alur lain di film tersebut sehingga cerita bisa berselang-seling antara satu tokoh dengan tokoh lainnya, dan tokoh lainnya inilah yang kita sebut sebagai poin skunder.

struktur infografis


1 Judul
Sebuah infografis jelas berbeda dengan bentuk tulisan biasa sehingga pemilihan judul bisa lebih fleksibel, tidak harus mengambarkan isi, cenderung bermain dengan diksi, provokatif, atau bahkan bisa dijadikan sebagai alat diferensiasi dari media cetak dimana infografis ini dimuat.

2 Pengantar
Sebuah pengantar dibutuhkan untuk mempermudah pembaca menangkap apa yang ingin disampaikan oleh isi dari infografis.

3 Isi
Disinilah tempat desainer bermain, bagaimana dia bisa dengan indah dan tepat menyampaikan informasi baik itu yang berupa rekonstruksi peristiwa maupun data sesuai imajinasinya tanpa meninggalkan fakta-fakta. Bagian ini bisa juga disebut sebagai tempat ajang pamer kreativitas. Meskipun dalam mengolah isi desainer bisa bermain seimajinatif mungkin, tapi ada rambu yang tetap tidak boleh dilanggar dalam pengeksekusian karyanya. hal yang harus dihindari itu adalah sikap berlebihan pada pengarapan obyek pesan, karena pengarapan yang over bisa mendistorsi data dan angka-angka sehingga kehilangan kredibilitasnya.

4 Sumber
Penulisan sumber diperlukan untuk memperkuat kredibilitas dan keilmiahan apa yang disampaikan oleh infografis. Selian itu sebenarnya ada satu lagi, yaitu credit title, yang mencantumkan nama media cetak yang memuat infografis ini serta desainer yang membuatnya (tetapi tak jarang bagian ini dipisah, bahkan tidak dimuat).

Karena bermain di rana kreativitas maka mungkin sekali ada infografis yang di luar standar struktur sebagaimana gambar diatas, asal pesan dan informasi tetap dapat tersampaikan ke pembaca hal tersebut sah-sah saja. Standar struktur infografis yang tertulis di sini berdasar pada infografis Reuters.

definisi infografis


infografis tentang penarikan kembali (recall) beberapa produk Honda yang dimuat harian Seputar Indonesia tanggal 2 Februari 2010

Infografis adalah sebuah cara untuk mempermudah pembaca memahami narasi sebuah berita maupun memahami proses sebuah penelitian ilmiah yang dipublikasikan. Infografis dalam perkembangannya juga merekonstruksi sebuah kejadian atau peristiwa disamping peran infografis yang mengejar kaidah estetika perwajahan media cetak. Melihat pentingnya infografis sebagai bentuk berita visual tersebut dalam media cetak, maka perannya bisa sejajar dengan berita yang sifatnya verbal.

*
Obed Bima Wicandra, Dosen DKV, Fakultas Seni dan Desain UK Petra