Rabu, 17 Februari 2010

tipografi I

Tipografi adalah suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca mendapatkan kenyamanan semaksimal mungkin.

Huruf dan tulisan memiliki arti penting bagi manusia. Huruf dan tulisanlah yang membagi manusia dalam masa sejarah dan prasejarah, masa prasejarah adalah jaman dimana manusia belum mengenal tulisan. Selain gambar, huruf dan tulisan menjadi alat penting bagi manusia untuk berkomunikasi secara visual.

JENIS HURUF

• Serif


Ciri memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Persis mendekati ujung kaki-kaki hurufnya, baik di bagian atas maupun bawah, terdapat pelebaran yang menyerupai penopang atau tangkai.

Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin. Menurut sejarah, asal-usul bentuk huruf ini adalah mengikuti bentuk pilar-pilar bangunan di Yunani Kuno.

Kegunaan tangkai serif, pada ukuran teks kecil, seperti seukuran tulisan di surat kabar, tangkai font ini seolah membentuk garis invisible yang memandu kita mengikuti sebuah baris teks, sehingga memudahkan mata kita untuk membaca. Itulah sebabnya banyak surat kabar di-layout dengan serif.

• Sans Serif


Ciri tanpa sirip/serif, dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.

Pada kondisi-kondisi berikut ini:
• huruf amat kecil (seperti tulisan bahan-bahan di label makanan)
• huruf amat besar (seperti di plang-plang merek) yang harus dilihat dari jauh
• di layar monitor

Huruf sans serif kadang lebih mudah dibaca. Karena justru kaki-kaki font serif memperumit bentuk huruf sehingga sedikit lebih lama dibaca. Jika huruf kecil sekali atau pada resolusi rendah seperti di layar monitor, kaki serif bisa tampak bertindihan dan menghalangi pandangan.

• Script


Huruf sambung atau script bisa juga Anda sebut “huruf tulis tangan” (handwriting) karena menyerupai tulisan tangan orang. Atau bisa juga disebut “huruf undangan” karena hampir selalu hadir di kartu-kartu undangan karena dipandang indah dan anggun. Ada berbagai macam huruf script dan handwriting, mulai dari yang kuno hingga modern, dari yang agak lurus hingga miring dan amat “melingkar-lingkar”. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifat pribadi dan akrab.

• Miscellaneous/Decorative


Jenis huruf ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.

PRINSIP TIPOGRAFI

1. Legibility
Kualitas pada huruf membuat huruf tersebut dapat dibaca.
2.Readibility
Penggunaan huruf dengan memperhatikan hubungannya dengan huruf lain sehingga terbaca.
3.Visibility
Kemampuan suatu huruf, kata, kalimat dalam suatu karya komunikasi visual dapat terbaca dalam jarak tertentu.
4.Clarity
Kemampuan huruf-huruf dalam karya desain dapat dibaca dan dimengerti oleh pengamat yang dituju.

KARAKTER HURUF

• Vertical: stroke vertikal sebagai stroke utama (E, F, H, I, L, T)
• Curved: stroke utama melengkung (C, O, Q, S)
• Oblique: stroke utama diagonal (A, K, M, V, W, X, Y, Z)
• Combination: stroke utama gambar antara vertikal dan melengkung (B, D, G, J, P, R, U)

GARIS BANTU

• Capline: garis maya lurus bagian teratas huruf besar
• Meanline: garis lurus bagian teratas huruf kecil
• Baseline: garis maya lurus bagian terbawah huruf
• Descender: bagian huruf kecil yang berada di bawah baseline
• Ascender: bagian huruf kecil yang berada diantara meanling dan capline
• X-Height: jarak baseline ke meanline

pengantar warna


Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer.
Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer.

Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta.

Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.

Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna).

Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmiah, keduanya bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen.


Warna netral, adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama.


Warna kontras, adalah warna yang berkesan berlawanan satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang berseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna. Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.

Warna panas, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.

Warna dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna sejuk mengesankan jarak yang jauh.

Beberapa warna dengan namanya yang mungkin asing bagi kita:

*
Artikel di Kaskus

Minggu, 07 Februari 2010

transformasi infografis

Infografis sebelum diubah:

infografis setelah diubah:

infografis ini dimuat Harian Seputar Indonesia pada 29 April 2009

Sebenarnya perubahan infografis hanya terbatas pada penterjemahan bahasa yang disesuaikan dengan bahasa tempat dimana media cetak tersebut terbit, tetapi ada beberapa hal yang membuat seorang desainer mengubah infografis lebih dari sekedar menterjemahkannya semata. Hal tersebut antara lain:
• Bentuk yang dianggap kurang menarik.
• Terjadinya benturan form baku sistem grafis pada media cetak tertentu dengan infografis yang diterjemahkan.
• Adanya pengulangan bentuk dari beberapa infografis yang pernah terbit sebelumnya.
• Dan beberapa alasan spesifik yang mungkin berbeda antara satu media cetak dengan media cetak lainnya yang hendak memuat infografis tersebut.

Pengubahan bentuk memang bebas dilakukan asalkan tidak mengurangi atau bahkan merusak informasi yang terdapat dalam infografis tersebut, dan tentunya, ini yang paling penting, jangan sampai pengubahan ini membuat bentuk infografis lebih jelak dari bentuk awalnyanya.

Senin, 01 Februari 2010

pembagian isi


Isi adalah bagaian paling penting di dalam sebuah infografis, pada bagian ini mata pembaca dimanjakan oleh gambar-gambar manarik sehingga akan lebih mudah dalam menangkap pesan baik itu uraian cerita kronologis/rekonstruksi peristiwa maupun data-data yang berupa angka. Infografis adalah bentuk visual thinking yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam media cetak.

Adapun dalam bagian isi, ada beberapa hal penting yang perlu dicermati, yaitu:

A: Point of view
Point of view atau point of interest adalah direction yang akan menuntun mata pembaca menyusuri informasi di dalam isi sebuah infografis. Sebagaimana teori eye fixation, mata cenderung melihat gambar yang paling manarik dulu, baru kemudian perlahan menyusuri gambar lainnya. Adanya Point of view juga seakan memberi ritme naik turun dalam melihat gambar, bayangkan seandainya tidak ada Point of view maka gambar akan terasa datar, begitu juga sebaliknya jika semua gambar dibuat sama menariknya, maka mata akan bingung karena gambar terlihat saling menonjol, berebut perhatian, dan menjadi rumit.

B: Poin skunder
Poin skunder memang tidak mutlak diperlukan (infografis di atas bercerita tentang recall produk Honda tetapi bercerita sedikit tentang Toyota), akan tetapi tanpa adanya poin ini, infografis akan terasa membosankan. Seandainya infografis disamakan dengan sebuah film, maka infografis tanpa poin skunder seperti film yang hanya memiliki satu alur cerita saja. Kamera hanya mengambil gambar sang tokoh dari mulai dia bangun tidur sampai dia tidur lagi, pasti membosankan. Akan terasa berbeda jika ada alur lain di film tersebut sehingga cerita bisa berselang-seling antara satu tokoh dengan tokoh lainnya, dan tokoh lainnya inilah yang kita sebut sebagai poin skunder.

struktur infografis


1 Judul
Sebuah infografis jelas berbeda dengan bentuk tulisan biasa sehingga pemilihan judul bisa lebih fleksibel, tidak harus mengambarkan isi, cenderung bermain dengan diksi, provokatif, atau bahkan bisa dijadikan sebagai alat diferensiasi dari media cetak dimana infografis ini dimuat.

2 Pengantar
Sebuah pengantar dibutuhkan untuk mempermudah pembaca menangkap apa yang ingin disampaikan oleh isi dari infografis.

3 Isi
Disinilah tempat desainer bermain, bagaimana dia bisa dengan indah dan tepat menyampaikan informasi baik itu yang berupa rekonstruksi peristiwa maupun data sesuai imajinasinya tanpa meninggalkan fakta-fakta. Bagian ini bisa juga disebut sebagai tempat ajang pamer kreativitas. Meskipun dalam mengolah isi desainer bisa bermain seimajinatif mungkin, tapi ada rambu yang tetap tidak boleh dilanggar dalam pengeksekusian karyanya. hal yang harus dihindari itu adalah sikap berlebihan pada pengarapan obyek pesan, karena pengarapan yang over bisa mendistorsi data dan angka-angka sehingga kehilangan kredibilitasnya.

4 Sumber
Penulisan sumber diperlukan untuk memperkuat kredibilitas dan keilmiahan apa yang disampaikan oleh infografis. Selian itu sebenarnya ada satu lagi, yaitu credit title, yang mencantumkan nama media cetak yang memuat infografis ini serta desainer yang membuatnya (tetapi tak jarang bagian ini dipisah, bahkan tidak dimuat).

Karena bermain di rana kreativitas maka mungkin sekali ada infografis yang di luar standar struktur sebagaimana gambar diatas, asal pesan dan informasi tetap dapat tersampaikan ke pembaca hal tersebut sah-sah saja. Standar struktur infografis yang tertulis di sini berdasar pada infografis Reuters.

definisi infografis


infografis tentang penarikan kembali (recall) beberapa produk Honda yang dimuat harian Seputar Indonesia tanggal 2 Februari 2010

Infografis adalah sebuah cara untuk mempermudah pembaca memahami narasi sebuah berita maupun memahami proses sebuah penelitian ilmiah yang dipublikasikan. Infografis dalam perkembangannya juga merekonstruksi sebuah kejadian atau peristiwa disamping peran infografis yang mengejar kaidah estetika perwajahan media cetak. Melihat pentingnya infografis sebagai bentuk berita visual tersebut dalam media cetak, maka perannya bisa sejajar dengan berita yang sifatnya verbal.

*
Obed Bima Wicandra, Dosen DKV, Fakultas Seni dan Desain UK Petra

Rabu, 04 November 2009

gambar sejarah seni rupa dunia (2)

gambar sejarah seni rupa dunia (1)


Cara lihat gambar seperti baca tulisan (urutan jamannya dari kiri ke kanan).

sejarah seni rupa dunia (2)

SENIRUPA ABAD 17-19

BAROQUE (1600-1750)
Baroque pertama kali lahir di Italy, kemudian di adopsi oleh Perancis, Jerman, Belanda dan Spanyol.
Pada seni lukis dan patung, ada 3 ciri utama penanda gaya era ini:
1. seni yang berkaitan dengan pergerakan kristiani dengan ciri religius. Diprakarsai oleh Bernini dan Ruben
2. Revolusi dalam teknik dramatisasi dengan penggunaan bayangan yang kuat. Diprakarsai oleh Carravagio
3. Seni lukis yang menceritakan kehidupan sehari-hari. Diprakarsai oleh Rembrandt dan Vermeer.

ROCOCO (1700-1760)
Rococo lahir di Perancis (Louis XV) dan merupakan kelanjutan dari Baroque. Baroque memberikan pengenalan tentang keberadaan manusia dan Rococo adalah representasi visual terhadap optimisme manusia itu sendiri yang dijabarkan lebih informal.
Ciri Rococo adalah murni ornamental, ringan, dan kasual. Penggunaan warna pastel, keanggunan garis-garis lengkung serta mencirikan figure-figur indah.

SENIRUPA AKHIR ABAD 19

REALISME (1850-1880)
Zaman ini merupakan zaman dimana ilmu pengetahuan mampu menyelesaikan masalah manusia.
Realisme merupakan bentuk dari ekspresi yang menggambarkan kebenaran dan keakuratan yang tertuang pada obyek lukisan. Realisme lebih focus terhadap potret kehidupan sehari-hari, perilaku, masalah moral dari masyarakat kelas menengah dan bawah.

MODERNISME (dimulai 1850)
Era modernisme merupakan era terhadap peninjauan kembali pada bermacam-macam eksperimen dan trend avant garde. Seni pada zaman ini lebih kearah eksplorasi dan pengembangan ide secara edukatif dan orisinil. Seni bukan lagi merupakan hal yang hanya mampu dimengerti oleh seniman pembuatnya, tetapi lebih pada pemahaman makna yang ditujukan pada orang lain. ‘Form follows function’ merupakan penanda zaman ini.
Penanda pergerakan modern antara lain Gustav klimt, Matisse, Mondrian, lukisan-lukisan surealisme, kubisme yang diprakarsai oleh Picasso dan George Braque, Dadaism, International style ‘Bauhaus’ dan socialist realism.
Penemuan komunikasi, transportasi, dan ilmu pengetahuna juga berdampak pada penemuan teknologi baru yang disebut sebagai futurism dalam istilah kesenian masa ini. Modernism dan konsumerisme massa merupakan penanda transisi masa ini dengan masa selanjutnya yang dikenal sebagai postmodernism.

IMPRESSIONISME (Akhir 1860an s/d akhir 1890an)
Impresionisme lahir di Perancis sebagai wujud dari ketertarikan terhadap dunia ilmu pengetahuan dalam pengalaman actual yang dititik beratkan pada efek pencahayaan dan pergerakan obyek lukis itu sendiri.
Ada 2 ide dasar yang tersirat dizaman ini, adalah:
1. Landscape sebagai obyek utama
2. Konsepsi intelektualitas yang merupakan bagian dari naturalis dan realis.
Seniman lukis terkenal pada masa ini adalah Claude Monet.

ART NOUVEAU (1880-1914)
Zaman ini merupakan pergerakan revolusioner dimana adanya pembatas yang tegas antara seni murni dan seni terpakai. Art Nouveau lebih menitik beratkan pada konsep pemahaman kehidupan modern dan metode produksi. Seniman diharuskan berkreasi mulai dari arsitektur hingga furniture design, sehingga seni merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Keindahan dan harmoni merupakan bagian dari kehidupan keseharian; seniman turut serta membuat kehidupan manusia lebih indah.
‘Function follows form’ merupakan penanda zaman ini. Ciri seni zaman ini adalah; sedikit dekorasi, sederhana dan indah.
Art Nouveou sangat mempengaruhi perkembangan gaya De Stijl (Belanda; 1920an) dan Sekolah Bauhaus di Jerman (1920an-1930an).

SENIRUPA EKSPRESIONISME ABAD 20an

KUBISME (Awal 1908)
Kubisme merupakan alirang yang paling radical, innovative dan berpengaruh besar terhadap perkembangan aliran seni rupa di era abad 20an. Ciri dari aliran ini adalah penjabaran bentuk-bentuk realis kedalam bentuk geometris dengan pendekatan bentuk dan warna; kanvas diibaratkan sebagai media pecahan kaca
Penggagas aliran ini adalah Pablo Picasso dan Georges Braque.

FUTURISME (1909-1914)
Futurisme merupakan kelanjutan dari gaya kubisme. Gaya futurisme lebih menceritakan tentang perkembangan teknologi. Mobil, pesawat, kota industri, yang menitik beratkan gambaran kehidupan manusia modern dan hasil teknologi melebihi penceritaan alam sekitar seperti halnya yang dilakukan seniman-seniman pada masa sebelum futurisme.

DE STIJL (1916-1931)
Seniman terkenal pada masa ini adalah Mondrian (pelukis) dan Rietvald (arsitek). Mereka menuangkan bentuk-bentuk dekoratif kedalam bentuk geometris dengan teori Neo Plasticism (Mondrian) “kreasi baru seni …hanya dapat didasarkan pada abstraksi dari semua bentuk dan warna (baca: garis tegas dan warna-warna utama).”(Le Moine 1987, p.29)

SENIRUPA AWAL ABAD 20an

ART DECO (1910-1939)
Art Deco merupakan wujud tampilan dari pergerakan modernisasi yang pesat. Ciri-ciri seni art deco adalah modern dan simple, elegan dan mampu membuktikan bahwa gaya semacam ini abadi sepanjang masa.

BAUHAUSS (1919-1933)
Bauhauss merupakan sekolah design pertama yang digagas oleh Walter Gropius.
Pengertian seni dan teknologi pertama kali dikenalkan oleh sekolah ini. Sekolah ini berpengaruh kuat terhadap lahirnya tren arsitektur dan seni modern pada era industrialisasi di eropa barat dan Amerika.

DADAISME (1916-1924)
Dadaisme atau dada merupakan gaya yang lahir sesudah perang dunia I, terutama bergerak dibidang sastra, teater dan desain grafis. Dada bukanlah merupakan seni tetapi anti seni. Dada tidak lagi mengindahkan estetis, Dada tidak memiliki makna pada karya tetapi lebih cenderung tergantung pada interpretasi pemerhati karya gaya ini.

SENIRUPA 1920an

SURREALISME (1924)
Zaman ini merupakan zaman pergerakan dimana seniman, pemikir dan periset bekerjasama untuk mencari makna dibalik ekpresi bawah sadar. Pemikiran rasional adalah bentuk manifestasi kekuatan dari kreatifitas dan imajinasi yang kemudian direfleksikan pada ekspresi seni.

SENIRUPA SESUDAH 1950an

POP ART (Awal 1956 (Inggris); Awal 1960an (USA))
Di Inggris (Marchel Duchamp), pop art digunakan sebagai bentuk manifestasi penggunaan obyek, material dan teknologi dari budaya massa ke komunitas industri. Paham ini banyak digunakan untuk bidang-bidang advertising, fotografi, komik strip, dan berbagai bentuk media massa yang lain. Semuanya hanya berupa image (gambar) yang siap dikonsumsi untuk masyarakat luas (*).

*
“History of Art”, www.huntfor.com/arthistory, (erika)
S
ebelumnya pernah di post di voopere.blog.friendster.com blog lain milik masyhudi

Rabu, 14 Oktober 2009

sejarah seni rupa dunia (1)

SENIRUPA PRASEJARAH

PELEOLITHIKUM (2 Juta tahun lalu- 13,000 BC)
Paleolitikum atau zaman batu tua. Berawal sekitar 2 juta tahun lalu, zaman ini juga merupakan penandaan berakhirnya zaman es (13,000 BC). Paleolitikum dibagi menjadi 3 zaman yaitu, zaman batu tua, zaman batu tengah dan zaman batu muda.
Pada zaman batu tengah di Eropa dan Afrika terdapat penemuan manusia pertama yang membawa pengaruh besar pada manusia modern terhadap cara hidup maupun struktur anatomi. Penemuan cara menghasilkan api juga ditemukan di era ini. Ekspressi seni dituangkan dalam pembuatan body painting dan juga lukisan pada batu dan dinding-dinding gua yang mengindikasikan kegiatan ritual dan religius.
Pada zaman batu tua (Eropa, Asia, Afrika) ekspresi seni mengalami kemajuan. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya karya yang bercerita tentang venus dan penggunaan beberapa material yang sulit ditemukan disekitar tempat tinggal mereka. Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan iklim yang lebih hangat dan juga telah adanya pengetahuan tentang perdagangan antar wilayah.
Seni pada zaman Paleolitikum diproduksi 32.000-11.000 tahun lalu. Dikategorikan dalam 2 kelompok besar yaitu; barang-barang kerajinan (yang merupakan pahatan pada tulang, batu dan clay), serta seni lukisan pada dinding-dinding gua (dengan mengadopsi variatif warna).

MESOLITHIKUM (10,000-5,000 BC)
Mesolitikum merupakan zaman batu tengah (10.000-5000 BC).
Pada sisi budaya, manusia pada zaman ini belajar tentang cara memahat batu. Ciri-ciri seni mesolitikum ialah tidak menggambarkan figur nyata dan hanya menggunakan warna merah sebagai penyertanya. Hasil karya seni ini banyak ditemukan di Afrika utara dan mediterania bagian utara.

NEOLITHIKUM (10,000-5,000 BC)
Zaman ini juga disebut sebagai zaman batu muda. Dimulai dari kehidupan menetap. Karya seni akhir manusia zaman ini adalah pembuatan perunggu, barang-barang tembikar, dan patung-patung yg bertemakan ttg dewa dewi serta monument batu megalitikum (Stonehenge, UK).

SENIRUPA KUNO

MESIR (3500-1000 BC)
Kejayaan zaman mesir kuno dimulai dari pemerintahan Raja Firaun. Ketaatan beragama dan menghormati arwah yang telah meninggal merupakan kebudayaan penting di Mesir pada zaman ini. Hal itu pula yg mempengaruhi perkembangan seni budaya di Mesir. Banyak ditemukannya situs kuil dan pekuburan memperkuat teori tersebut diatas. Berbagai hasil karya seni mulai grafis hingga arsitektur ditemukan pada masa ini. Hyeroglyph hingga pyramid adalah penanda masa keemasan perkembangan senirupa Mesir kuno.

MESOPOTAMIA (9000-500 BC)
Zaman ini merupakan zaman baru peradaban manusia. Menulis, sekolah, perpustakaan, kode hukum tertulis, pertanian, irigasi, peternakan merupakan hasil kebudayaan masa ini.
Senirupa pada zaman ini lebih membuka diri terhadap keanekaragaman. Seni terlihat lebih dekoratif, stylish dan tidak lagi konvensional. Pada seni lukis; Penggambaran sosok Tuhan dituangkan lewat sosok manusia, bahkan beberapa memilih memadukan sosok manusia dan hewan untuk menghadirkan kesan ajaib terhadap sosok Tuhan.
Pada bidang Seni Musik dan Puisi; Mereka telah mengenal alat-alat musik seperti harpa dan drum yang mengiringi penceritaan sejarah dan dibalut oleh puisi serta diiringi tari-tarian dan lagu. Bidang Arsitektur; Mereka mengenal pembangunan dengan menggunakan batu bata dan tidak lagi menggunakan batu sebagai konstruksi arsitektur rumah. Di bidang seni patung mereka telah menggunakan bermacam media seperti, kerang, batu, dan metal sebagai bahan pahat.

YUNANI (1100-31 BC)
Seni dan Arsitektur dimasa Yunani kuno merupakan pengaruh tersendiri terhada perkembangan seni dan arsitektur barat dengan cirri-cirinya yang sederhana dan logis/rasional.
Penggambaran manusia telanjang merupakan refleksi dari suatu pemahaman bahwasanya `manusia merupakan ukuran dari segala hal’ (mimesis).
Berbagai macam elemen structural, motif dekoratif, bermacam tipe-tipe bangunan yang telah ada dizaman Yunani Kuno masih dapat terlihat pada arsitektur masa kini.
SENIRUPA ZAMAN TRANSISIONAL

SENIRUPA KRISTEN AWAL (ABAD 3-7)
Seni pada masa ini merupakan kelanjutan dari senirupa kuno, romawi dan byzantium. Pada awalnya, Kristen menolak adanya penggambaran pola-pola dekoratif yang menggambarkan hal-hal yang bersifat agamis dan spiritualis.
Setelah abad ke empat, dibawah pengaruh imperialisme, awal arsitektural Kristen sangat dipengaruhi oleh gaya kerajaan Romawi, yaitu bangunan berskala monumental. Gedung-gedung gereja dibagi menjadi dua tipe; hall yang berbentuk longitudinal-Bassilica; bangunan terpusat-mausoleum atau tempat pembaptisan.Eksterior gereja pada umumnya polos dan minus dekorasi yang kontras dengan nuansa interiornya yang cenderung dekoratif dan glamour.

SENI BYZANTINUM (Abad 5 – 1453)
Pada dasarnya seni dizaman ini merupakan kelanjutan dari seni zaman Yunani. Tetapi terdapat perubahan mendasar tentang ketuhanan akibat pengaruh kristiani menyebabkan gaya seni yang dihasilkan masa ini berbeda dengan Yunani. Seni dimasa ini bertemakan tentang kejayaan Tuhan bapa, Yesus anaknya, dan Perawan Maria. Seni lukis realistis dan manusia telanjang tidak lagi terdapat di era ini.

SENIRUPA ISLAM (Abad ke 6)
Senirupa islam banyak diasosiasikan dengan kebudayaan Arab. Larangan menggunakan presentasi harafiah terhadap gambar-gambar religius, termasuk huruf-huruf Arab, membuat seni di era ini lebih merujuk pada perwujudan bentuk-bentuk geometris. Hal tersebut dapat ditemui pada Arsitektur masjid dan tempat-tempat religius muslim, karpet dan document tulisan tangan yang cenderung berbentuk abstrak, dekoratif, geometris, flora, dan kaligrafi.

SENIRUPA RENAISSANCE

ZAMAN GOTHIC AKHIR (Abad 14-15)
Era ini merupakan penjembatan antara era Byzantium dan Renaissance. Artis yang terkenal di zaman ini adalah Cimabue dan Giotto (merupakan artis yang dilatih pada zama Byzantium). Karekater seni lukis yang paling menonjol pada zaman ini adalah lukisan yang memiliki sudut pandang 3 dimensi, nyata dan terukur.

ZAMAN RENAISSANCE AWAL (awal 1400an)
Renaissance merupakan penanda sejarah kebudayaan eropa modern. Pemahaman tentang rebirth membawa seni pada zaman ini lebih kearah intelektualitas dan makna artistic pada keunikan Yunani-Romawi, yang terinspirasi oleh kemanusiaan dan dicapai dari aspek kehebatan makna, kebijakan dan penjabaran seni itu sendiri.

RENAISSANCE (1450-1520)
Seni lukis mencapai masa kejayaan di era ini; kaya akan imajinasi dan syarat akan komposisi makna kepahlawanan. Karakteristik seni lukis di zaman ini adalah keserasian dan keseimbangan pada konstruksi lukisan. Bentuk, warna, proporsi, efek pencahayaan dan bayangan, keseimbangan ruang, komposisi, perspektif, anatomi semuanya terngkum dalam kontrol penyelesaian yang nyaris sempurna.
Seniman terkenal pada masa ini: Leonardo Da Vinci, Michaelangelo.