Rabu, 04 November 2009
sejarah seni rupa dunia (2)
BAROQUE (1600-1750)
Baroque pertama kali lahir di Italy, kemudian di adopsi oleh Perancis, Jerman, Belanda dan Spanyol.
Pada seni lukis dan patung, ada 3 ciri utama penanda gaya era ini:
1. seni yang berkaitan dengan pergerakan kristiani dengan ciri religius. Diprakarsai oleh Bernini dan Ruben
2. Revolusi dalam teknik dramatisasi dengan penggunaan bayangan yang kuat. Diprakarsai oleh Carravagio
3. Seni lukis yang menceritakan kehidupan sehari-hari. Diprakarsai oleh Rembrandt dan Vermeer.
ROCOCO (1700-1760)
Rococo lahir di Perancis (Louis XV) dan merupakan kelanjutan dari Baroque. Baroque memberikan pengenalan tentang keberadaan manusia dan Rococo adalah representasi visual terhadap optimisme manusia itu sendiri yang dijabarkan lebih informal.
Ciri Rococo adalah murni ornamental, ringan, dan kasual. Penggunaan warna pastel, keanggunan garis-garis lengkung serta mencirikan figure-figur indah.
SENIRUPA AKHIR ABAD 19
REALISME (1850-1880)
Zaman ini merupakan zaman dimana ilmu pengetahuan mampu menyelesaikan masalah manusia.
Realisme merupakan bentuk dari ekspresi yang menggambarkan kebenaran dan keakuratan yang tertuang pada obyek lukisan. Realisme lebih focus terhadap potret kehidupan sehari-hari, perilaku, masalah moral dari masyarakat kelas menengah dan bawah.
MODERNISME (dimulai 1850)
Era modernisme merupakan era terhadap peninjauan kembali pada bermacam-macam eksperimen dan trend avant garde. Seni pada zaman ini lebih kearah eksplorasi dan pengembangan ide secara edukatif dan orisinil. Seni bukan lagi merupakan hal yang hanya mampu dimengerti oleh seniman pembuatnya, tetapi lebih pada pemahaman makna yang ditujukan pada orang lain. ‘Form follows function’ merupakan penanda zaman ini.
Penanda pergerakan modern antara lain Gustav klimt, Matisse, Mondrian, lukisan-lukisan surealisme, kubisme yang diprakarsai oleh Picasso dan George Braque, Dadaism, International style ‘Bauhaus’ dan socialist realism.
Penemuan komunikasi, transportasi, dan ilmu pengetahuna juga berdampak pada penemuan teknologi baru yang disebut sebagai futurism dalam istilah kesenian masa ini. Modernism dan konsumerisme massa merupakan penanda transisi masa ini dengan masa selanjutnya yang dikenal sebagai postmodernism.
IMPRESSIONISME (Akhir 1860an s/d akhir 1890an)
Impresionisme lahir di Perancis sebagai wujud dari ketertarikan terhadap dunia ilmu pengetahuan dalam pengalaman actual yang dititik beratkan pada efek pencahayaan dan pergerakan obyek lukis itu sendiri.
Ada 2 ide dasar yang tersirat dizaman ini, adalah:
1. Landscape sebagai obyek utama
2. Konsepsi intelektualitas yang merupakan bagian dari naturalis dan realis.
Seniman lukis terkenal pada masa ini adalah Claude Monet.
ART NOUVEAU (1880-1914)
Zaman ini merupakan pergerakan revolusioner dimana adanya pembatas yang tegas antara seni murni dan seni terpakai. Art Nouveau lebih menitik beratkan pada konsep pemahaman kehidupan modern dan metode produksi. Seniman diharuskan berkreasi mulai dari arsitektur hingga furniture design, sehingga seni merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Keindahan dan harmoni merupakan bagian dari kehidupan keseharian; seniman turut serta membuat kehidupan manusia lebih indah.
‘Function follows form’ merupakan penanda zaman ini. Ciri seni zaman ini adalah; sedikit dekorasi, sederhana dan indah.
Art Nouveou sangat mempengaruhi perkembangan gaya De Stijl (Belanda; 1920an) dan Sekolah Bauhaus di Jerman (1920an-1930an).
SENIRUPA EKSPRESIONISME ABAD 20an
KUBISME (Awal 1908)
Kubisme merupakan alirang yang paling radical, innovative dan berpengaruh besar terhadap perkembangan aliran seni rupa di era abad 20an. Ciri dari aliran ini adalah penjabaran bentuk-bentuk realis kedalam bentuk geometris dengan pendekatan bentuk dan warna; kanvas diibaratkan sebagai media pecahan kaca
Penggagas aliran ini adalah Pablo Picasso dan Georges Braque.
FUTURISME (1909-1914)
Futurisme merupakan kelanjutan dari gaya kubisme. Gaya futurisme lebih menceritakan tentang perkembangan teknologi. Mobil, pesawat, kota industri, yang menitik beratkan gambaran kehidupan manusia modern dan hasil teknologi melebihi penceritaan alam sekitar seperti halnya yang dilakukan seniman-seniman pada masa sebelum futurisme.
DE STIJL (1916-1931)
Seniman terkenal pada masa ini adalah Mondrian (pelukis) dan Rietvald (arsitek). Mereka menuangkan bentuk-bentuk dekoratif kedalam bentuk geometris dengan teori Neo Plasticism (Mondrian) “kreasi baru seni …hanya dapat didasarkan pada abstraksi dari semua bentuk dan warna (baca: garis tegas dan warna-warna utama).”(Le Moine 1987, p.29)
SENIRUPA AWAL ABAD 20an
ART DECO (1910-1939)
Art Deco merupakan wujud tampilan dari pergerakan modernisasi yang pesat. Ciri-ciri seni art deco adalah modern dan simple, elegan dan mampu membuktikan bahwa gaya semacam ini abadi sepanjang masa.
BAUHAUSS (1919-1933)
Bauhauss merupakan sekolah design pertama yang digagas oleh Walter Gropius.
Pengertian seni dan teknologi pertama kali dikenalkan oleh sekolah ini. Sekolah ini berpengaruh kuat terhadap lahirnya tren arsitektur dan seni modern pada era industrialisasi di eropa barat dan Amerika.
DADAISME (1916-1924)
Dadaisme atau dada merupakan gaya yang lahir sesudah perang dunia I, terutama bergerak dibidang sastra, teater dan desain grafis. Dada bukanlah merupakan seni tetapi anti seni. Dada tidak lagi mengindahkan estetis, Dada tidak memiliki makna pada karya tetapi lebih cenderung tergantung pada interpretasi pemerhati karya gaya ini.
SENIRUPA 1920an
SURREALISME (1924)
Zaman ini merupakan zaman pergerakan dimana seniman, pemikir dan periset bekerjasama untuk mencari makna dibalik ekpresi bawah sadar. Pemikiran rasional adalah bentuk manifestasi kekuatan dari kreatifitas dan imajinasi yang kemudian direfleksikan pada ekspresi seni.
SENIRUPA SESUDAH 1950an
POP ART (Awal 1956 (Inggris); Awal 1960an (USA))
Di Inggris (Marchel Duchamp), pop art digunakan sebagai bentuk manifestasi penggunaan obyek, material dan teknologi dari budaya massa ke komunitas industri. Paham ini banyak digunakan untuk bidang-bidang advertising, fotografi, komik strip, dan berbagai bentuk media massa yang lain. Semuanya hanya berupa image (gambar) yang siap dikonsumsi untuk masyarakat luas (*).
*
“History of Art”, www.huntfor.com/arthistory, (erika)
Sebelumnya pernah di post di voopere.blog.friendster.com blog lain milik masyhudi
Rabu, 14 Oktober 2009
sejarah seni rupa dunia (1)
PELEOLITHIKUM (2 Juta tahun lalu- 13,000 BC)
Paleolitikum atau zaman batu tua. Berawal sekitar 2 juta tahun lalu, zaman ini juga merupakan penandaan berakhirnya zaman es (13,000 BC). Paleolitikum dibagi menjadi 3 zaman yaitu, zaman batu tua, zaman batu tengah dan zaman batu muda.
Pada zaman batu tengah di Eropa dan Afrika terdapat penemuan manusia pertama yang membawa pengaruh besar pada manusia modern terhadap cara hidup maupun struktur anatomi. Penemuan cara menghasilkan api juga ditemukan di era ini. Ekspressi seni dituangkan dalam pembuatan body painting dan juga lukisan pada batu dan dinding-dinding gua yang mengindikasikan kegiatan ritual dan religius.
Pada zaman batu tua (Eropa, Asia, Afrika) ekspresi seni mengalami kemajuan. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya karya yang bercerita tentang venus dan penggunaan beberapa material yang sulit ditemukan disekitar tempat tinggal mereka. Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan iklim yang lebih hangat dan juga telah adanya pengetahuan tentang perdagangan antar wilayah.
Seni pada zaman Paleolitikum diproduksi 32.000-11.000 tahun lalu. Dikategorikan dalam 2 kelompok besar yaitu; barang-barang kerajinan (yang merupakan pahatan pada tulang, batu dan clay), serta seni lukisan pada dinding-dinding gua (dengan mengadopsi variatif warna).
MESOLITHIKUM (10,000-5,000 BC)
Mesolitikum merupakan zaman batu tengah (10.000-5000 BC).
Pada sisi budaya, manusia pada zaman ini belajar tentang cara memahat batu. Ciri-ciri seni mesolitikum ialah tidak menggambarkan figur nyata dan hanya menggunakan warna merah sebagai penyertanya. Hasil karya seni ini banyak ditemukan di Afrika utara dan mediterania bagian utara.
NEOLITHIKUM (10,000-5,000 BC)
Zaman ini juga disebut sebagai zaman batu muda. Dimulai dari kehidupan menetap. Karya seni akhir manusia zaman ini adalah pembuatan perunggu, barang-barang tembikar, dan patung-patung yg bertemakan ttg dewa dewi serta monument batu megalitikum (Stonehenge, UK).
SENIRUPA KUNO
MESIR (3500-1000 BC)
Kejayaan zaman mesir kuno dimulai dari pemerintahan Raja Firaun. Ketaatan beragama dan menghormati arwah yang telah meninggal merupakan kebudayaan penting di Mesir pada zaman ini. Hal itu pula yg mempengaruhi perkembangan seni budaya di Mesir. Banyak ditemukannya situs kuil dan pekuburan memperkuat teori tersebut diatas. Berbagai hasil karya seni mulai grafis hingga arsitektur ditemukan pada masa ini. Hyeroglyph hingga pyramid adalah penanda masa keemasan perkembangan senirupa Mesir kuno.
MESOPOTAMIA (9000-500 BC)
Zaman ini merupakan zaman baru peradaban manusia. Menulis, sekolah, perpustakaan, kode hukum tertulis, pertanian, irigasi, peternakan merupakan hasil kebudayaan masa ini.
Senirupa pada zaman ini lebih membuka diri terhadap keanekaragaman. Seni terlihat lebih dekoratif, stylish dan tidak lagi konvensional. Pada seni lukis; Penggambaran sosok Tuhan dituangkan lewat sosok manusia, bahkan beberapa memilih memadukan sosok manusia dan hewan untuk menghadirkan kesan ajaib terhadap sosok Tuhan.
Pada bidang Seni Musik dan Puisi; Mereka telah mengenal alat-alat musik seperti harpa dan drum yang mengiringi penceritaan sejarah dan dibalut oleh puisi serta diiringi tari-tarian dan lagu. Bidang Arsitektur; Mereka mengenal pembangunan dengan menggunakan batu bata dan tidak lagi menggunakan batu sebagai konstruksi arsitektur rumah. Di bidang seni patung mereka telah menggunakan bermacam media seperti, kerang, batu, dan metal sebagai bahan pahat.
YUNANI (1100-31 BC)
Seni dan Arsitektur dimasa Yunani kuno merupakan pengaruh tersendiri terhada perkembangan seni dan arsitektur barat dengan cirri-cirinya yang sederhana dan logis/rasional.
Penggambaran manusia telanjang merupakan refleksi dari suatu pemahaman bahwasanya `manusia merupakan ukuran dari segala hal’ (mimesis).
Berbagai macam elemen structural, motif dekoratif, bermacam tipe-tipe bangunan yang telah ada dizaman Yunani Kuno masih dapat terlihat pada arsitektur masa kini.
SENIRUPA ZAMAN TRANSISIONAL
SENIRUPA KRISTEN AWAL (ABAD 3-7)
Seni pada masa ini merupakan kelanjutan dari senirupa kuno, romawi dan byzantium. Pada awalnya, Kristen menolak adanya penggambaran pola-pola dekoratif yang menggambarkan hal-hal yang bersifat agamis dan spiritualis.
Setelah abad ke empat, dibawah pengaruh imperialisme, awal arsitektural Kristen sangat dipengaruhi oleh gaya kerajaan Romawi, yaitu bangunan berskala monumental. Gedung-gedung gereja dibagi menjadi dua tipe; hall yang berbentuk longitudinal-Bassilica; bangunan terpusat-mausoleum atau tempat pembaptisan.Eksterior gereja pada umumnya polos dan minus dekorasi yang kontras dengan nuansa interiornya yang cenderung dekoratif dan glamour.
SENI BYZANTINUM (Abad 5 – 1453)
Pada dasarnya seni dizaman ini merupakan kelanjutan dari seni zaman Yunani. Tetapi terdapat perubahan mendasar tentang ketuhanan akibat pengaruh kristiani menyebabkan gaya seni yang dihasilkan masa ini berbeda dengan Yunani. Seni dimasa ini bertemakan tentang kejayaan Tuhan bapa, Yesus anaknya, dan Perawan Maria. Seni lukis realistis dan manusia telanjang tidak lagi terdapat di era ini.
SENIRUPA ISLAM (Abad ke 6)
Senirupa islam banyak diasosiasikan dengan kebudayaan Arab. Larangan menggunakan presentasi harafiah terhadap gambar-gambar religius, termasuk huruf-huruf Arab, membuat seni di era ini lebih merujuk pada perwujudan bentuk-bentuk geometris. Hal tersebut dapat ditemui pada Arsitektur masjid dan tempat-tempat religius muslim, karpet dan document tulisan tangan yang cenderung berbentuk abstrak, dekoratif, geometris, flora, dan kaligrafi.
SENIRUPA RENAISSANCE
ZAMAN GOTHIC AKHIR (Abad 14-15)
Era ini merupakan penjembatan antara era Byzantium dan Renaissance. Artis yang terkenal di zaman ini adalah Cimabue dan Giotto (merupakan artis yang dilatih pada zama Byzantium). Karekater seni lukis yang paling menonjol pada zaman ini adalah lukisan yang memiliki sudut pandang 3 dimensi, nyata dan terukur.
ZAMAN RENAISSANCE AWAL (awal 1400an)
Renaissance merupakan penanda sejarah kebudayaan eropa modern. Pemahaman tentang rebirth membawa seni pada zaman ini lebih kearah intelektualitas dan makna artistic pada keunikan Yunani-Romawi, yang terinspirasi oleh kemanusiaan dan dicapai dari aspek kehebatan makna, kebijakan dan penjabaran seni itu sendiri.
RENAISSANCE (1450-1520)
Seni lukis mencapai masa kejayaan di era ini; kaya akan imajinasi dan syarat akan komposisi makna kepahlawanan. Karakteristik seni lukis di zaman ini adalah keserasian dan keseimbangan pada konstruksi lukisan. Bentuk, warna, proporsi, efek pencahayaan dan bayangan, keseimbangan ruang, komposisi, perspektif, anatomi semuanya terngkum dalam kontrol penyelesaian yang nyaris sempurna.
Seniman terkenal pada masa ini: Leonardo Da Vinci, Michaelangelo.
Kamis, 03 September 2009
Kamis, 27 Agustus 2009
2 aliran terkuat di industri kreatif
Aliran yang dipelopori oleh David Ogilvy ini bertumpuh pada kekuatan riset. Menurut aliran ini, iklan tidak bisa hanya dibangun oleh intuisi dan imajinasi, dengan riset yang kuat iklan akan tampil lebih terukur dan efisien.
Meski mendorong pencapaian kreatif, Ogilvy mempunyai sejumlah aturan untuk iklan yang dibuat oleh biro iklannya. Aturan itu antara lain adalah tidak menulis pesan dalam latar hitam, gunakan 2/3 bidang iklan untuk visual (visual-driven) dan sisanya untuk pesan iklan atau sebaliknya, 2/3 bidang iklan digunakan untuk menulis pesan (copy-driven). Selain itu masih ada beberapa aturan lain seperti menggunakan merek dalam kepala berita, jangan tampil kelewat cerdas, jangan menggunakan analogi, hindari superlatif, humor hanya untuk pelawak jadi sebaiknya jangan digunakan, dan gunakan fotografi jika memungkinkan.
(2) Aliran kreatif
Aliran ini terkenal dengan terobosan kreatif yang muncul dari dorongan untuk mengikuti kata hati. Meskipun aliran yang dibangun oleh Bernbach ini juga memiliki tim riset akan tetapi sesungguhnya aliran kreatif bertumpu pada copywriter dan art director. Dalam pengarapan iklan, tugas seorang copywriter dan art director dapat overlapping artinya kadang naskah iklan bisa saja muncul dari pengarah seni atau ide layout dari pembuat naskah iklan.
Cara pendekatan yang cukup berseberangan dengan Ogilvy ini, terutama sikap acuh tak acuh aliran ini pada penekanan terhadap USP (Unique Selling Point), yang menurut Bernbach hanya akan membuat penyampaian sebuah iklan menjadi seragam, membuat biro iklan semacam ini tidak dapat memikat merek-merek besar yang percaya pada iklan sebagai suatu pendakatan terukur. Tetapi hal inilah yang membuat biro iklan Bernbach mempunyai kesempatan mengangkat merek-merek baru atau merek kecil menjadi terkenal.
Akan terjadi perdebatan panjang jika harus disimpulkan mana aliran yang paling baik diantara keduanya, meski sebanarnya tidak hanya ada 2 aliran ini saja di dunia kreatif, namanya juga kreatif. Pada saat perayaan 50th Cannes Lions, DDB, biro iklan yang mewarisi roh Bernbach, menjadi biro iklan yang paling banyak menyabet penghargaan Grand Prix dibanding biro manapun. Pada akhirnya waktulah yang menjawab siapa yang lebih unggul diantara kedua aliran ini.
*
Sejarah Advertising, Concept Magz
Jumat, 19 Juni 2009
ide yang (tak) sama
Selasa, 05 Mei 2009
citra
Dalam seni modern selanjutnya, pencitraan ini menjadi hal yang sangat penting karena berkolaborasi dengan kekuatan imajinasi. Salah satu seniman yang menonjol karena mampu mengoptimalkan citra dan daya imajimasi adalah Salvador Dali, Surrealism yang diusungnya pada tahun 1930-an hingga saat ini masih membuat decak kagum siapa saja yang melihatnya.
Senin, 04 Mei 2009
ide yang sama



Infografis (1) terbit di Harian Seputar Indonesia, Jakarta, infografis (2) terbit di Harian Kompas, Jakarta, dan infografis (3) terbit di Harian Jawa Pos, Surabaya pada 16 Agustus 2008.
Tanpa komunikasi, bahkan desainernya tidak saling kenal, tapi visual yang muncul sama walau dengan bumbu kreativitas masing-masing, pensil.
Kamis, 02 April 2009
art nouveau
Ketika menciptakan mesin uap pada 1765, mungkin James Watt tidak pernah berpikir bahwa setelah itu dunia mengalami percepatan kemajuan yang luar biasa. Jika ditarik garis kasar, mesin uap inilah yang telah memicu manusia memasuki babak baru, sebuah revolusi sekaligus kelahiran jaman industri.
Revolusi Industri yang dimulai dari tanah Inggris telah menyebabkan mekanisasi pada banyak benda budaya manusia. Barang-barang dibuat melalui sistem produksi massal dengan tingkat ketelitian yang cukup tinggi. Memang di satu sisi hal ini sangat menguntungkan, manusia memiliki lebih banyak waktu dan tenaga yang bisa disimpan. Tapi efek lain dari revolusi ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Adanya mekanisasi telah mendegradasi keahlian tangan, khususnya tangan milik para seniman, karya-karya mereka tidak lagi begitu dihargai karena telah digantikan oleh kehalusan buatan mesin.
Hal ini menimbulkan kemandegan, khususnya di bidang seni, tapi apakah kreativitas para pemimpi ini lantas mati? Tentu saja jawabnya tidak, sebagai jalan keluarnya, para artis mencoba beralih ke bentuk-bentuk yang tidak mungkin dicapai oleh alat produksi massal atau seandainya saja bisa, maka akan memakan biaya pembuatan yang sangat mahal. Lukisan, karya-karya seni rupa, dan kriya diarahkan kepada bentuk kurva-kurva halus yang kebanyakan terinspirasi dari keindahan garis-garis tumbuhan di alam.
Awalnya style ini menjadi arus kecil yang menentang mainstream kuasa produk massal dan modernisasi. Akan tetapi pada akhirnya, style yang lebih dikenal dengan sebutan art nouveau ini menjadi lambang keberhasilan daya survive kreativitas terhadap gerusan zaman.




